CULTURE

Sebagai suatu seni lukis, Seni Lukis Kontemporer mempunyai hal-hal yang sangat bisa mempengaruhi kultur-kultur yang ada di berbagai daerah dan semakin beragamnya hasil Seni Lukis Kontemporer itu sendiri. Hal ini dikarenakan kebebasan dan tidak adanya pengekangan terhadap Seni Lukis Kontemporer. Lukisan kontemporer semakin melejit seiring dengan meningkatnya konsep hunian minimalis, terutama di kota-kota besar. Seperti diungkapkan oleh seniman lukis kontemporer Saptoadi Nugroho dari galeri Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta, “Lukisan kontemporer semakin diminati seiring dengan merebaknya konsep perumahan minimalis terutama di kota-kota besar. Akan sulit diterima bila kita memasang lukisan pemandangan, misalnya sedangkan interior ruangannya berkonsep modern.”

Di Indonesia, perkembangan Seni Lukis Kontemporer di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pecahnya isu posmodernisme (akhir 1993 dan awal 1994), yang menyulut perdebatan dan perbincangan luas baik di seminar-seminar maupun di media massa pada waktu itu. Sehingga memudahkan Seni Lukis Kontemporer di Indonesia Semakin berkembang.

Di tengah populernya New   media art dalam gelaran seni rupa kontemporer, Seni Lukis Kontemporer tidak tampak ketinggalan jaman dan tidak tampak fashionable. Seni Lukis Kontemporer tetap eksis dan penting. Barangkali hal ini sedikit mengherankan, sebab seni lukis tidak sejalan dengan perkembangan teknologi informasi—yang menjadi sandaran perkembangan new media art. Tetapi barangkali justru karena karakter anti-tesa seni lukis terhadap new media art yang menjadikan Seni Lukis Kontemporer tetap eksis. Selain itu, tentu saja posisi penting seni lukis dalam sejarah seni rupa modern juga merupakan modal utama. Kendati pada akhirnya modernisme menyurut, namun seni lukis dapat membebaskan diri dari stigma bangkrutnya seni rupa modern. Posisi sentral seni lukis dalam seni rupa menyebabkan perkembangan konsep seni rupa dengan mudah juga berlaku bagi seni lukis—dan sebaliknya. Hal itu ditunjukkan misalnya dalam seni abstrak, yang dapat berlaku dan diaplikasikan pada beragam kategori seni rupa—tidak hanya pada seni lukis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: